Pages

Senin, 28 November 2016

validasi metode HPLC pada doxyxycline



TUGAS ANALISIS FARMASI
VALIDASI METODE HPLC PADA DOXYXYCLINE



UMS-Surakarta.png



Disusun oleh :

  Nama         : LAMTANA EKA KARTIKASARI                                              NIM            : K100130173
  KELAS         : B
Fakultas Farmasi
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015

Pengembangan dan validasi metode RP-HPLC untuk penentuan doksisiklin hyclate pada urine manusia dan sediaan farmasi

Journal : “Development and validation of RP-HPLC method for the determination of doxycycline hyclate in spiked human urine and pharmaceuticals”

            Pengembangan dan validasi metode RP-HPLC untuk penentuan doksisiklin hyclate setelah dilakukan beberapa optimasi untuk mendapatkan peak area / pemisahan yang baik digunakan fase terbalik (reverse-phase) dengan fase diam kolom hypersil BDS C8 (250 mm x 4,0 mm i.d , 5,0 µm) dengan suhu kolom 25oC, fase gerak larutan buffer kalium dihidrogen ortophospat (pH 4,0) : acetonitril (60 : 40 v/v), dengan deteksi UV pada 325 nm, flow rate (kecepatan alir) 1,0 mL/min. Sampel yang diinjeksikan sebesar 10µL. Analisis HPLC dilakukan dengan Sistem HPLC Alliance Waters dilengkapi dengan Alliance 2657 series dengan pompa kuartener tekanan rendah, variabel yang diprogram yaitu panjang gelombang UV-detektor sinar tampak, detektor FDA Waters 2996 dan auto sampler.

                Degradasi Doksisiklin hyclate dapat terjadi karena oksidasi, hidrolisis asam basa dan fotolisis. Untuk mengujinya dilakukan dengan perlakuan doksisiklin dalam 3 pelarut yaitu 1 M HCl, 1 M NaOH atau 1% H2O2.
                        Hasil validasi metode RP-HPLC dalam penetapan doksisiklin hyclate. Rata-rata waktu retensi 3,110 min (n=10). Linearitas doksisiklin hyclate dalam sediaan farmasi didapatkan nilai r = 0,9974, dengan range konsentrasi 30-300 µg/mL DOX (doxycycline). LOD yang didapatkan 0,02 µg/mL dan LOQ 0,1 µg/mL. Semakin kecil nilai LOD dan LOQ maka semakin sensitif dan spesifik metode dan hasilnya. Presisi di evaluasi dengan membuat 3 seri konsentrasi yaitu 50, 100 dan 150 µg/mL pada hari yang sama. Untuk presisi dan akurasi intra-day (hari yang sama) nilai rata-rata RSD berdasarkan waktu retensi (0,23 %) > baik dari RSD berdasarkan peak areanya (0,52 %). Sedangkan nilai presisi dan akurasi inter-day (hari yang berbeda) nilai rata-rata RSD berdasarkan waktu retensi (0,34 %) > baik dari RSD berdasarkan peak areanya (1,08 %).
            Penetapan doksisiklin hyclate dalam sampel urine, hasilnya hampir sama dengan doksisiklin dalam sediaan farmasi (tablet). Konsentrasi yang digunakan 100 µg/mL didapatkan % Recovery+ RSD 101,4+ 0,005 dan dalam konsentrasi 200 µg/mL hasilnya % Recovery+ RSD 103,2 + 0,033. Jika dilihat dari hasil % recovery dan RSD nya maka validasi metode dengan RP-HPLC dalam penetapan doksisiklin hyclate dalam sampel urin ini baik.
            Keuntungan metode RP-HPLC misalnya kolom rendah bertekanan balik, baik bentuk puncak kromatografi, meningkatkan efisiensi kolom, plate teoritis yang lebih tinggi dan konsistensi dalam waktu retensi dan runtime sehingga memungkinkan analasis dengan cepat.

Pengembangan dan Validasi Metode RP-HPLC untuk estimasi simultan Doksisiklin hyclate (DOX) dan Tinidazol (TIZ) dalam sediaan farmasi
Journal :Development and validation of rp-hplc method for simultaneous estimation of doxycycline hyclate and tinidazole in bulk and tablet dosage form”
            Metode HPLC dapat digunakan untuk penetapan obat tunggal atau dalam formulasi gabungan. Tujuan validasi metode ini untuk mengembangkan dan memvalidasi metode yang akurat, sensitif, cepat dan isokratik. Metode RP-HPLC digunakan untuk penentuan doxyxycline hyclate (DOX) dan Tinidazol (TIZ) dalam sediaan tablet. Untuk pemisahan ini digunakan reverse phase (fase terbalik) dengan fase diam kolom Zorbax C8 (250mm × 4.6mm, 5μm) , fase gerak Kalium dihidrogen orto fosfat 20mM (pH 6, disesuaikan dengan trietilamina) : Asetonitril (60:40% v / v) dengan kecepatan aliran 1 mL/menit. Deteksi dengan UV pada 293 nm.
            Dari konsentrasi DOX yang dibuat 10-50 µg/mL RSD rata-rata yang didapatkan 0,8931 dan r yang didapat 0,9993. Hasil % Recovery DOX dan % RSD nya bagus. Untuk repeatabilitas dari 50 µg/mL DOX didapatkan RSD 0,1558%. Sedangkan nilai presisi intra-day hasil rata-rata RSD sebesar 0,653%, untuk inter- day RSD-nya 0,733. Untuk LOD dan LOQ doxyxycline hyclate sebesar 4,7 dan 7,5 µg/mL. Sehingga cukup selektif dan sensitif.
            Dapat disimpulkan bahwa formulasi yang mengandung obat antibakteri (DOX dan TIZ) yang dikembangkan dengan metode RP-HPLC lebih sensitif, tepat, spesifik, dan akurat. Metode ini cukup selektif, dibuktikan dari tidak adanya puncak lain di sekitar kromatogram yang mengganggu waktu retensi DOX dan TIZ tetapi metode RP-HPLC yang dikembangkan untuk penentuan simultan Doxycycline hyclate dan Tinidazol dalam sediaan farmasi lebih mahal dibandingkan dengan metode Spektrofotometri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar