VALIDASI
METODE HPLC PADA DOXYXYCLINE
![]() |
Disusun oleh :
Nama :
LAMTANA EKA KARTIKASARI NIM :
K100130173
KELAS :
B
Fakultas Farmasi
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2015
Pengembangan dan validasi metode RP-HPLC untuk penentuan doksisiklin hyclate pada urine manusia dan sediaan farmasi
Journal
: “Development and validation of RP-HPLC method for the determination of doxycycline
hyclate in spiked human urine and pharmaceuticals”
Pengembangan dan validasi metode RP-HPLC untuk penentuan doksisiklin hyclate setelah dilakukan beberapa optimasi untuk mendapatkan peak area / pemisahan yang baik digunakan fase terbalik (reverse-phase) dengan fase diam kolom hypersil BDS C8 (250 mm x 4,0 mm i.d , 5,0 µm) dengan suhu kolom 25oC, fase gerak larutan buffer kalium dihidrogen ortophospat (pH 4,0) : acetonitril (60 : 40 v/v), dengan deteksi UV pada 325 nm, flow rate (kecepatan alir) 1,0 mL/min. Sampel yang diinjeksikan sebesar 10µL. Analisis HPLC dilakukan dengan Sistem HPLC Alliance Waters dilengkapi dengan Alliance 2657 series dengan pompa kuartener tekanan rendah, variabel yang diprogram yaitu panjang gelombang UV-detektor sinar tampak, detektor FDA Waters 2996 dan auto sampler.
Degradasi
Doksisiklin hyclate dapat terjadi karena oksidasi, hidrolisis asam basa dan
fotolisis. Untuk mengujinya dilakukan dengan perlakuan doksisiklin dalam 3
pelarut yaitu 1 M HCl, 1 M NaOH atau 1% H2O2.
Hasil
validasi metode RP-HPLC dalam penetapan doksisiklin hyclate. Rata-rata waktu
retensi 3,110 min (n=10). Linearitas doksisiklin hyclate dalam sediaan farmasi didapatkan
nilai r = 0,9974, dengan range konsentrasi 30-300 µg/mL DOX (doxycycline). LOD yang
didapatkan 0,02 µg/mL dan LOQ 0,1 µg/mL. Semakin kecil nilai LOD dan LOQ maka
semakin sensitif dan spesifik metode dan hasilnya. Presisi di evaluasi dengan
membuat 3 seri konsentrasi yaitu 50, 100 dan 150 µg/mL pada hari yang sama. Untuk
presisi dan akurasi intra-day (hari yang sama) nilai rata-rata RSD berdasarkan
waktu retensi (0,23 %) > baik dari RSD berdasarkan peak areanya (0,52 %).
Sedangkan nilai presisi dan akurasi inter-day (hari yang berbeda) nilai
rata-rata RSD berdasarkan waktu retensi (0,34 %) > baik dari RSD berdasarkan
peak areanya (1,08 %).
Penetapan doksisiklin hyclate dalam
sampel urine, hasilnya hampir sama dengan doksisiklin dalam sediaan farmasi
(tablet). Konsentrasi yang digunakan 100 µg/mL didapatkan % Recovery+
RSD 101,4+ 0,005 dan dalam konsentrasi 200 µg/mL hasilnya % Recovery+
RSD 103,2 + 0,033. Jika dilihat dari hasil % recovery dan RSD nya maka
validasi metode dengan RP-HPLC dalam penetapan doksisiklin hyclate dalam sampel
urin ini baik.
Keuntungan metode RP-HPLC misalnya
kolom rendah bertekanan balik, baik bentuk puncak kromatografi, meningkatkan
efisiensi kolom, plate teoritis yang lebih tinggi dan konsistensi dalam waktu
retensi dan runtime sehingga memungkinkan analasis dengan cepat.
Pengembangan dan Validasi Metode RP-HPLC untuk
estimasi simultan Doksisiklin hyclate (DOX) dan Tinidazol (TIZ) dalam sediaan
farmasi
Journal
: “Development
and validation of rp-hplc method for simultaneous estimation of doxycycline
hyclate and tinidazole in bulk and tablet dosage form”
Metode HPLC dapat digunakan untuk
penetapan obat tunggal atau dalam formulasi gabungan. Tujuan validasi metode
ini untuk mengembangkan dan memvalidasi metode yang akurat, sensitif, cepat dan
isokratik. Metode RP-HPLC digunakan untuk penentuan doxyxycline hyclate (DOX)
dan Tinidazol (TIZ) dalam sediaan tablet. Untuk pemisahan ini digunakan reverse
phase (fase terbalik) dengan fase diam kolom Zorbax C8 (250mm × 4.6mm, 5μm) ,
fase gerak Kalium dihidrogen orto fosfat 20mM (pH 6, disesuaikan dengan
trietilamina) : Asetonitril (60:40% v / v) dengan kecepatan aliran 1 mL/menit.
Deteksi dengan UV pada 293 nm.
Dari konsentrasi DOX yang dibuat
10-50 µg/mL RSD rata-rata yang didapatkan 0,8931 dan r yang didapat 0,9993.
Hasil % Recovery DOX dan % RSD nya bagus. Untuk repeatabilitas dari 50 µg/mL
DOX didapatkan RSD 0,1558%. Sedangkan nilai presisi intra-day hasil rata-rata
RSD sebesar 0,653%, untuk inter- day RSD-nya 0,733. Untuk LOD dan LOQ
doxyxycline hyclate sebesar 4,7 dan 7,5 µg/mL. Sehingga cukup selektif dan sensitif.
Dapat disimpulkan
bahwa formulasi yang
mengandung obat antibakteri
(DOX dan TIZ)
yang dikembangkan dengan metode RP-HPLC lebih sensitif, tepat,
spesifik, dan akurat. Metode ini
cukup selektif, dibuktikan dari tidak adanya puncak lain di sekitar kromatogram
yang mengganggu waktu retensi DOX dan TIZ tetapi metode RP-HPLC yang dikembangkan
untuk penentuan simultan Doxycycline hyclate dan
Tinidazol dalam sediaan farmasi lebih mahal dibandingkan
dengan metode Spektrofotometri.


